PT KS Putus 9 Vendor, 2.400 Buruh Kehilangan Pekerjaan

BaReTA : PT Krakatau Steel (KS) memastikan tidak akan memperpanjang kontrak sembilan vendor pemasok tenaga kerja per 31 Agustus 2019. Artinya, akan ada sekitar 2.400 karyawan outsourcing yang akan kehilangan pekerjaan.

Terkait hal tersebut, kemarin, ratusan buruh PT KS melakukan aksi unjuk rasa di halaman gedung Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta, sekaligus beraudiensi dengan didampingi Walikota Cilegon Edi Ariadi.

Di saat bersamaan, DPRD Kota Cilegon melakukan pertemuan tertutup dengan Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT KS Rahmad Hidayat di gedung DPRD Kota Cilegon untuk membahas mengenai restrukturisasi di tubuh PT KS.

Rahmad Hidayat mengatakan, dari sembilan vendor tersebut, pihaknya hanya akan mempertahankan 200 tenaga kerja yang memasok petugas keamanan dan petugas kebersihan. “Dari sembilan vendor tersebut, lima diantaranya juga anak perusahaan PT KS juga,” kata Rahmad usai pertemuan.

Rahmad menuturkan, total ada 2.600 karyawan yang kemungkinan akan terkena dampak dihentikannya perpanjangan vendor tersebut. “Ada sekitar 2.600 karyawan (terdampak). Namun, 200 di antaranya akan dipertahankan yaitu tenaga security dan cleaning service sebagian.

Alasan tidak diperpanjangnya kerjasama dengan vendor outsourcing, lantaran beberapa bagian pabrik sudah tidak produksi. Adanya pabrik PT KS yang masih produksi akan memberdayakan karyawan organik yang saat ini ada. Kami juga minta ke DPRD Kota Cilegon untuk mencari solusi kepada karyawan outsourcing setelah tidak dipekerjakan lagi,” ucapnya.

Rahmad memastikan pihaknya akan memenuhi hak karyawan yang mengalami PHK. “Yang akan memenuhi hak karyawan itu vendor, sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Kita kerjasamanya kan dengan vendor,” ujarnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Abdul Ghoffar mengatakan, keputusan untuk menghentikan kontrak dengan vendor menjadi kewenangan PT KS, namun ia berharap ada upaya mempertahankan karyawan yang sebagian besar warga Cilegon. “Setelah kita tanya, kelihatannya PHK tidak bisa dihindari. Kami meminta agar tetap mempertahankan karyawan tapi katanya paling sekitar 200 orang dari sekitar 2.600 orang yang bisa diselamatkan,” ucapnya.

Kata Ghoffar, PT KS akan memenuhi hak vendor sebelum berakhirnya masa kontrak. Artinya, karyawan juga menerima haknya. “Bahkan, menurut pengakuan KS, sampai saat ini hak cuti besar masih bisa didapat karyawan termasuk dengan uang cuti besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, PT KS juga telah menginstruksikan kepada vendor untuk bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Banten pasca 31 Agustus 2019, agar para karyawan yang tidak lagi bekerja bisa mendapat pelatihan keterampilan untuk tetap menyambung hidup. “KS juga mengaku, kalau vendor sudah diminta bekerjasama dengan BLK Banten untuk melatih keterampilan karyawan berwirausaha,” ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon Tuah Sitepu mengatakan, pertemuan di Jakarta belum ada konsensus yang didapat antara buruh dan PT KS. Namun, akan ada penjadwalan pertemuan ulang antara dua pihak tersebut. “Dari PT KS Dirut juga kembali tidak hadir dalam pertemuan tersebut, dalam waktu dekat ini akan ada pertemuan lagi,” ucapnya. (gillang)

Sumber: bantenraya.com

Tinggalkan Balasan