Mengenang Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani

BaReTA : 30 Septembet 1965, Mengenang Jenderal TNI (Anumerta) Ahmad Yani. Pagi Resmikan Jembatan Ampera, Palembang. Malamnya jadi korban Pengkhiatan PKI.

Mungkin belum banyak yang tahu, termasuk saya sendiri sebagai warga kota Palembang. Pagi itu pukul 10.00 WIB, dengan didampingi Gubernur Sum-Sel waktu itu, Brigjen TNI H. Abu Yasid Bustomi, Jenderal TNI Ahmad Yani yang mewakili Presiden Soekarno menekan Sirine tanda mulai dioperasikannya Jembatan yang waktu itu bernama Jembatan Bung Karno.
Sore Harinya Sang Jenderal kembali bertolak ke Jakarta dari Bandara Talang Betutu menuju Bandara Halim PK.

Tragisnya pada malam harinya beliau diculik dan ditembak mati dalam tragedi Pengkhianatan G 30 S/pki.

Setelah keluarnya Surat Perintah 11 Maret 1966 yang menjadi transisi dari Orde Lama ke Orde Baru, Jembatan Bung Karno Berganti nama menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat)

Untuk mengenang Jendral TNI (Anumerta) Ahmad Yani, yang gugur setelah meresmikan Jembatan Kebanggaan Kota Palembang ini, ruas jalan protokol di sisi jalan Jembatan Ampera dinamakan Jalan Jend. Ahmad Yani yang membentang dari Kec. Jaka Baring hingga Kec. Seberang Ulu II.

Al Fatihah untukmu Jenderal.

Dikutip dari IG Ini_Palembang.
Sumber : Jurnal Kabib Soleh & Dina Nindiati (Univ. PGRI Palembang, 2008) & Arsip Nasional Republik Indonesia

Tinggalkan Balasan